“PING!!!”
“PING!!! Apa, dek?”
“Kamu dapet salam dari mama ku mas.”
“hah?”
“yeah, I know. It’s awkward. Tapi serius, mama ku titip salam buat kamu. Dia bilang kamu ganteng , blablabla. Dia suruh aku buat nyalamin ke kamu.”
“hahaha. Mama mu ada ada aja dek. Fitnah tok.”
“loh, aku serius.”
“hahaa, iya iya. Waalaikumsalam. J”
“hehee, makasi mas. Maaf ya.”
“iya dek. Gak tidur tah? Udah malem ini?”
“ntar aja. Gak bisa tidur nih. Mas?”
“aku emang kalo libur tidurnya agak malem.”
“oh, lagi ngapain mas?”
“lagi nge game dong. Hehee. Kamu?”
Obrolan itu terus berlanjut.
Hanya dari sebuah ‘PING!!!’ di BlackBerry Messenger, obrolan singkat yang gak jelas itu terus berlanjut hingga malam.
Hingga kedua orang itu tidur.
Bahkan, obrolan itu berlanjut hingga beberapa hari kemudian.
Hingga pada suatu hari, hubungan antara adik kelas dan kakak kelas ini berlanjut menjadi lebih serius.
Menjadi sebuah ikatan.
Untuk beberapa saat, semua berjalan pada jalannya.
Sama seperti pasangan-pasangan lain.
Lalu pada suatu hari,
“sejak bulan april, aku gak bisa bawa hp. Mungkibn kita bakalan lost contact. Aku bakalan focus buat ujian ku kali ini.” “gapapa kok. aku ngerti.”
Since that day, semakin lama semakin jarang kedua orang ini berhubungan.
Hingga sampai saat ini, hal ini masih tidak berubah.
Seseorang sibuk dengan urusannya, entah urusan apa itu.
Dan pasangannya tidakbisa berbuat apa-apa, karena memang dia dipaksa untuk tetap diam.
Sampai saat ini, hubungan itu masih tetap seperti ini.
Jika dilihat dari sudut x, mungkin ini bisa disebut sebagai menggantung.
Tapi jika dilihat dari sudut y, mungkin bisa dibilang mereka SALING mencintai dalam diam.
Bisa juga dilihat dari sudut a, bahwa sang pasangan sudah tidak lagi mencintai pasangannya.
Dan juga bisa dilihat dari sudut d, bahwa sang perempuan mungkin terlalu berharap.
Semua hal bisa dilihat dari berbagai sudut bukan?
Tinggal memilih, kita ingin melihat dari sudut sebelah mana?
"Behind every beautiful thing there’s been some kind of pain" – Bob Dylan
No comments:
Post a Comment